Kucing merupakan hewan
yang saat ini sangat digemari oleh masyarakat untuk dijadikan teman. Bukan
hanya karena bulunya yang indah, melainkan juga kepintaran serta kesetiaan hewan
ini pada pemiliknya jika dilatih terus-menerus. Berdasarkan hasil penelitian, kucing
dapat dimanfaatkan sebagai human
substitute untuk memengaruhi sisi emosional manusia sehingga memberikan
efek bahagia kepada pemiliknya.
Jika ingin memelihara kucing,
hal umum yang harus diperhatikan adalah kandang, pemeliharaan, pakan dan nutrisinya.
Secara konsep, nutrisi berbeda dengan pakan. Pakan adalah segala sesuatu yang
kita berikan pada hewan peliharaan kita untuk dimakan, sedangkan nutrisi adalah
apa yang terkandung di dalam pakan tersebut. Kucing yang kamu pelihara harus
mengkonsumsi pakan yang memiliki nilai nutrisi yang seimbang.
Perlu diperhatikan bahwa
kebutuhan nutrisi yang seimbang bagi kucing adalah 20% karbohidrat, 45% protein
dan 35% lemak. Lemak, bisa didapat dari pemberian lemak ayam, lemak babi,
minyak ikan dan canola oil. Pemberian
lemak pada kucing dapat membantu mengatur pertumbuhan kulit,
pembekuan darah, mengoptimalkan sistem reproduksi dan pencernaan pada kucing.
Karbohidrat bisa didapatkan dari
pemberian pakan oatmeal, millet dan brown
rice. Protein bisa didapatkan dari pemberian pakan telur, ikan, ayam,
daging dan susu. Pada kucing, terdapat asam amino esensial khusus
yaitu Taurine. Taurine sangat bermanfaat dalam menjaga mata dari kebutaan,
melindungi hati dari kerusakan, menjaga sistem pencernaan, meningkatkan
imunitas dan berfungsi penting dalam kinereja sel dan nervus. Asam amino
Taurine ini dapat ditemukan di hampir seluruh daging ayam dan daging seafood. Paling tidak kucing membutuhkan
nutrisi ini sebayak 25%.
Kucing membutuhkan makanan dengan kadar
air yang tinggi. Di alam, kucing biasa memangsa binatang yang tubuhnya 70%
terdiri dari air. Itu alasan mengapa kucing yang berburu di alam, akan kurang minum.
Kucing yang diberi makan dry food (kibles) dan kurang diimbangi dengan minum
air yang banyak, akan menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras.
Masalah yang
sering timbul kemudian adalah urinary tract disorder atau yang sering dikenal
dengan istilah kencing batu. Dry food mengandung kadar karbohidrat yang tinggi
yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh kucing. Oleh karenanya, lebih disarankan
untuk memberikan makanan basah dibanding dry food.
Makanan kucing yang baik
harus mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, seng, kalsium,
besi, fosfor dan natrium klorida. Mineral ini membantu kesehatan dan kekebalan
kucing. Kucing dewasa setidaknya membutuhkan 32-36 KKal perhari
Pemberian suplemen juga dianjurkan
bagi kucing, suplemen yang diberikan dibagi menjadi esensial dan penambah
kesehatan. Untuk suplemen essensial, dapat diberikan vitamin
niasin, dan vitamin C. Jika makanan kucing tidak mengandung cukup niasin,
kucing dapat mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, radang
gusi, atau diare. Sedangkan vitamin C memainkan peran penting dalam nutrisi
kucing karena diperlukan untuk sintesis kolagen, yang merupakan jaringan paling
umum di dalam tubuh.
Nah, begitulah penjelasan nutrisi pada tiap pakan untuk kucing
peliharaanmu. Kandungan nutrisi dan protein dari pakan sangat
berpengaruh dalam meningkatkan kondisi dan ketahanan daya tahan tubuh kucing.
Jika pemberian pakan dan nutrisinya seimbang, maka kucingmu bisa menjadi lebih
lincah, aktif, mata cerah dan bersih,
bebas dari penyakit kulit, bagian tulang punggung cukup gemuk,
kuat badannya dan sehat.
Perlu diketahui, tingkat kesulitan dalam memelihara kucing ada pada pemberian
pakan dan nutrisinya, karena pemberian pakan dan nutrisi akan sangat
berpengaruh pada kesehatan kucing peliharaan. Tapi, saat ini sudah ada pakan
siap saji bagi kucing, sehingga kamu tidak perlu bingung dalam mengukur nilai
nutrisi yang seimbang untuk kucingmu. Karena tiap kemasan pada makanan yang
sudah beredar di pasaran tersebut sudah diukur keseimbangan nutrisi yang cukup
sesuai dengan umur kucingmu. Tapi juka harus diingat untuk mengecek
bahan-bahan yang digunakan di dalam produk pakan kucing, pastikan agar tidak
ada pengawet yang berbahaya seperti Butylated hydroxyanisole (BHA), Butylated hydroxytoluene
(BHT), Propyl gallate, Propylene glycol, dan Ethoxyquin yang dapat memacu
kanker pada hewan peliharaanmu.
Tunggu apalagi Lovelys, jangan takut untuk memelihara kucing lagi ya!
Ajarkan anak-anak, dan kerabatmu untuk mulai memelihara kucing dari sekarang.
Salam Pecinta Hewan!





Komentar
Posting Komentar