Pemeriksaan Sistema Respirasi Pada Hewan

 Sistem respirasi adalah sistem yang membawa oksigen dari udara luar ke dalam tubuh dan mengedarkannya melalui peredaran darah ke sel sel tubuh Respiration ( respirasi ) adalah pertukaran gas oksigen and karbon dioksida ) antara udara atmosfer dan sel sel tubuh Ventilation ventilasi ) adalah membawa masuk udara segar. Ventilasi sama artinya dengan bernafas. 

Sistem respirasi terbagi atas saluran nafas atas dan bawah. Saluran pernafasan bagian atas terdiri atas hidung , mulut , pharynx, epiglottis dan larynx

Saluran nafas bagian bawah terdiri atas trachea, cabang bronkial dan paru paru



Paru paru terbungkus oleh lapisan membran seperti kantung yang disebut pleura

Pleura terdiri dari 2 lapisan dan diantaranya adalah pleural space.  Diafragma adalah otot yang membatasi rongga dada dan rongga perut

TAHAPAN PEMERIKSAAN SISTEMA RESPIRASI

A. Pengisian signalemen pasien nama , breed, sex, umur

B. Pengisian Anamnesa Pasien keluhan , sejarah penyakit , status vaksin , obat cacing

C.Tahapan pemeriksaan (PE physical examination)

        1.Inspeksi melihat mengamati

        2. Palpasi memegang meraba

        3.Perkusi memukul mengetuk

        4.Auskultasi mendengarkan

*

Anamnesa : adanya kotoran hidung , batuk bersin , kesulitan bernafas,intensitas kejadian

Inspeksi 

    Dilihat :

• Pernapasan (tipe, frekuensi, dan ritme)

• Leleran hidung (sifat leleran serous, purulent, kataralis, atau bercampur darah)

• Batuk atau bersin

• Dyspnea (Dyspnea inspiratorik karena gangguan saluran respirasi atas)

        -     Dyspnea ekspiratorik karena gangguan saluran respirasi bawah

        -    Dyspnea ekspiratorik dan inspiratorik karena oedema pulmonum dekompensasi               jantung dan bronchitis kronis

• Double ekspirasi

• Limfoglandula (superfisialis, retropharingeal, submaxillaris, subparotid) 


PEMERIKSAAN FISIK

1. Pengamatan respirasi kualitas dan kuantitas pernapasan melihat daerah dada dan perut     , gerakan tulang rusuk dan abdomen, adanya leleran , gangguan bernafas

2. Evaluasi suara suara pernapasan auskultasi, mengamati suara suara pernapasan yang         abnormal


CARA BERNAPAS

1. Frekuensi atau kecepatan bernapas (x menit inspirasi dan ekspirasi , respirasi yang         dipercepat , respirasi yang diperlambat

2. Tipe Pernapasan (Tipe costoabdominal , tipe costal, tipe abdominal)

3. Ritme / irama pernapasan (normal, respirasi biot,respirasi chyene stoke, respirasi             syncope

4. Intensitas kedalaman bernapas (pengamatan saat hewan istirahat , adanya dyspnoe ,         ekspirasi berganda , bersin


ABNORMALITAS RESPIRASI

   1.Respirasi Biot ditandai dengan serangkaian berulang nafas cepat yang relatif                 dangkal poli pnoea ), bergantian dengan periode apnea; interval dari henti                        pernapasan , dan periode aktivitas , bervariasi panjangnya. Ini terjadi pada                        meningitis yang mempengaruhi khususnya wilayah medula oblongata. 

    2. Respirasi syncopik , respirasi dengan jeda diikuti oleh pernafasan dalam                         (hyperpnoea) yang secara bertahap menjadi dangkal sampai apnea.

    3. Pernafasan Cheyne Stokes adalah abnormal jenis pernapasan di mana periode                henti nafas (apnea) terjadi selama 15 30 detik,diikuti oleh peningkatan bertahap                 dan kemudian penurunan bertahap dalam amplitudo gerakan yang secara                        teratur digantikan oleh hiatus pernapasan lebih lanjut (Ini adalah ciri dari ginjal                 lanjut dan penyakit jantung , dan toksaemia berat)

   

PEMERIKSAAN UMUM (PHYSICAL EXAMINATION)

A. Palpasi

   • Mulai dari larynx ke trakea apabila ada gangguan akan timbul refleks batuk.

   • Kepekakan -> sakit -> pleuritis

    • Bengkak

    • Oedema, misal pada kasus tumor. 

    • Hidung (periksa adanya kebengkakan, bekas ekskreta , adanya cairan eksudat , jenis         leleran yang keluar , bau abnormal

    • Larings (palpasi untuk mengamati adanya rasa sakit , refleks batuk

    • Trakhea (auskultasi pada saat hewan bernafas , ada tidaknya eksudat pada trakhea)


B. Perkusi

   • Pemeriksaan dengan mengetuk suatu bagian tubuh . Perkusi pada daerah thoraks            dilakukan untuk mengetahui keadaan paru paru serta jantung

    • Perubahan suara perkusi hanya dapat dikenali bila lesi paru paru cukup luas dan             letaknya di permukaan

    • Perkusi memakai -> pleximeter -> palu perkusi

    • Efektif pada hewan besar atau pd anjing ras besar

    • Amati adanya rasa sakit , batuk , kegelisahan


C. Austtikasi 

Secara langsung , dengan menempelkan telinga pada dinding thoraks

Secara tidak langsung menggunakan stetoskop

- Normal 

1.     Suara vesikuler (terdengar satu arah inspirasi) Adalah suara normal dari keluar                masuknya udara dalam alveoli. Suara terdengar jelas pada anjing moncong panjang

2.    Suara bronchial adalah suara yang terdengar akibat keluar masuknya udara melalui         bronchus Suara terdengar jelas terutama pada kucing dan anjing moncong pendek.         Suara pernapasan bronchial, bs terdengar pada daerah larings dan trakhea

- Abnormal 

1.     Suara bergetar (Rales) Yakni suara yang menunjukkan adanya cairan di dalam                 bronki yang dapat berupa eksudat, transudat, darah atau cairan aspirasi.

        a. Moise rale = suara bergetar yang lembab, terjadi bila cairan bergerak krn dilewati             oleh aliran udara. Ex: bronkitis, oedema pulmonum, pneumonia

        b. Dry rale = suara bergetar yang kering, terjadi bila sekresi yang kering pada                     bronki. Ex: bronkhitis kronis, tuberculosis pulmonum

        c. Crepitant rale = suara bergetar berderik, terjadi bila terdapat kebengkakan yng                 hebat shg dinding bronki melekat 

        d. Ringing rale = suara bergetar yang berdering, getaran keras, kuat dan nyaring.

2.     Suara pergesekan (Frictional sound) yakni suara pergesekan yang ditimbulkan oleh         permukaan yang kasar antara pleura visceralis dan pleura costalis. Ex: penderita             pleuritis fibrinosa, peritonitis, periarditis fibrinosa.


Komentar